Logo Universitas Lambung Mangkurat

PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Menentukan Topik, Masalah, dan Kerangka Makalah

Pengembangan fokus kajian, perumusan masalah, tujuan penulisan, keterkaitan antarbagian makalah, dan penyusunan outline secara akademik.

Progres Materi
MATERI 2

Menentukan Topik, Masalah, dan Kerangka Makalah

Penulisan makalah akademik pada jenjang pascasarjana tidak dimulai hanya dengan memilih judul. Penulis perlu bergerak secara sistematis dari tema yang masih luas menuju fokus kajian yang lebih spesifik, kemudian mengidentifikasi masalah, merumuskan tujuan, menentukan pembahasan, dan menyusun kerangka makalah. Proses tersebut membantu menjaga agar keseluruhan isi makalah memiliki arah argumentasi yang jelas dan saling berkaitan.

Dalam penulisan akademik, judul, masalah, tujuan, dan pembahasan harus menunjukkan hubungan logis. Judul memberikan batas kajian, rumusan masalah mengarahkan pertanyaan yang hendak dijawab, tujuan menjelaskan capaian penulisan, sedangkan pembahasan menyediakan argumentasi dan bukti untuk menjawab masalah tersebut (Hendriwanto et al., 2020; Lee, 2020).

Capaian Pembelajaran:

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa mampu memilih dan mempersempit topik, merumuskan masalah, menetapkan tujuan penulisan, memastikan hubungan antara judul–masalah–tujuan–pembahasan, serta menyusun outline makalah yang sistematis dan argumentatif.

A

Memilih dan Mempersempit Topik

Topik merupakan gagasan umum yang menjadi wilayah kajian dalam sebuah tulisan. Pada tahap awal, topik biasanya masih terlalu luas sehingga belum dapat langsung digunakan sebagai dasar penyusunan makalah. Mahasiswa perlu mempersempit topik dengan mempertimbangkan konteks, subjek, aspek yang dikaji, lokasi, waktu, atau perspektif tertentu.

Misalnya, topik “teknologi pendidikan” masih sangat luas. Topik tersebut dapat dipersempit menjadi “pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran”. Selanjutnya dapat dipersempit lagi menjadi “pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah”. Dengan demikian, ruang pembahasan menjadi lebih terukur dan memungkinkan mahasiswa membangun argumentasi berdasarkan literatur yang relevan.

Penulisan akademik yang baik membutuhkan fokus yang jelas, argumentasi yang terarah, serta dukungan sumber yang relevan. Struktur tersebut membantu pembaca memahami posisi dan tujuan tulisan secara lebih mudah (Hendriwanto et al., 2020; Lin & Morrison, 2021).

Sumber: Hendriwanto et al. (2020); Lin dan Morrison (2021).

Teknik Mempersempit Topik

1

Tentukan Tema

Mulai dari wilayah kajian umum yang sesuai dengan bidang ilmu dan tujuan pembelajaran.

2

Tentukan Fokus

Pilih aspek tertentu yang benar-benar ingin dianalisis, dibandingkan, dijelaskan, atau dievaluasi.

3

Tentukan Konteks

Tambahkan konteks seperti jenjang pendidikan, mata pelajaran, kelompok sasaran, lingkungan, atau kondisi tertentu.

4

Uji Kelayakan

Pastikan topik memiliki sumber yang cukup, dapat diselesaikan sesuai waktu, dan memiliki nilai akademik.

Rumus praktis:

Tema luas → fokus kajian → konteks → sudut pandang → batasan → topik spesifik.

B

Merumuskan Masalah

Masalah akademik bukan sekadar topik yang menarik. Masalah menunjukkan adanya persoalan, kesenjangan, pertanyaan, ketidaksesuaian, atau kebutuhan penjelasan yang dapat dikaji melalui penalaran dan bukti. Karena itu, mahasiswa perlu membedakan antara “topik” dan “masalah”.

Unsur Contoh Fungsi
Tema Teknologi pendidikan Menunjukkan wilayah kajian.
Fokus Pemanfaatan AI dalam pembelajaran Membatasi aspek kajian.
Masalah Bagaimana penggunaan AI dapat mendukung pembelajaran yang tetap mempertahankan keterlibatan dan penalaran mahasiswa? Menentukan pertanyaan yang harus dijawab.
Tujuan Menganalisis penggunaan AI dalam mendukung pembelajaran yang berorientasi pada penalaran mahasiswa. Menjelaskan capaian penulisan.

Rumusan masalah sebaiknya dinyatakan secara jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui pembahasan. Pertanyaan yang terlalu luas akan membuat pembahasan melebar, sedangkan pertanyaan yang terlalu sempit dapat membatasi kedalaman analisis.

Hindari rumusan masalah seperti:
  • “Apa itu teknologi pendidikan?”
  • “Apakah teknologi pendidikan penting?”
  • “Bagaimana teknologi pendidikan di Indonesia?”

Pertanyaan tersebut perlu dipertajam agar menghasilkan kajian akademik yang lebih analitis.

C

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan merupakan pernyataan mengenai apa yang hendak dicapai melalui makalah. Tujuan harus memiliki hubungan langsung dengan rumusan masalah. Jika rumusan masalah menggunakan kata “bagaimana”, tujuan dapat diarahkan pada kegiatan menganalisis, menjelaskan, mengidentifikasi, mengevaluasi, atau merumuskan sesuai tuntutan pertanyaannya.

Rumusan Masalah Tujuan Penulisan
Bagaimana penggunaan AI dapat mendukung pembelajaran berdiferensiasi? Menganalisis penggunaan AI dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi.
Apa saja tantangan penggunaan AI dalam pembelajaran? Mengidentifikasi tantangan penggunaan AI dalam pembelajaran.
Bagaimana strategi guru menggunakan AI secara bertanggung jawab? Mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Prinsip utama:

Setiap rumusan masalah harus memiliki pasangan tujuan yang jelas. Jangan membuat tujuan yang tidak memiliki dasar pada rumusan masalah.

D

Hubungan Judul – Masalah – Tujuan – Pembahasan

Empat komponen utama makalah harus membentuk satu rantai logis. Judul menunjukkan fokus kajian, rumusan masalah menunjukkan persoalan yang akan dijawab, tujuan menunjukkan capaian penulisan, dan pembahasan menyediakan argumentasi untuk menjawab rumusan masalah.

1

Judul

Menentukan batas dan fokus utama kajian.

2

Rumusan Masalah

Mengubah fokus menjadi pertanyaan akademik yang harus dijawab.

3

Tujuan

Menjelaskan capaian yang hendak diperoleh dari pembahasan.

4

Pembahasan

Menyediakan konsep, bukti, analisis, dan argumentasi untuk menjawab masalah.

Dalam tulisan akademik, argumentasi perlu dibangun secara terstruktur sehingga klaim, bukti, dan penalaran memiliki hubungan yang dapat ditelusuri. Struktur tersebut penting terutama dalam tulisan argumentatif pada jenjang pendidikan tinggi (Hendriwanto et al., 2020; Lee, 2020).

Sumber: Hendriwanto et al. (2020); Lee (2020).

Contoh Keterkaitan

CONTOH

Judul: Pemanfaatan AI untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Menengah

Masalah: Bagaimana pemanfaatan AI dapat mendukung pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah?

Tujuan: Menganalisis potensi pemanfaatan AI dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi di sekolah menengah.

Pembahasan: Konsep pembelajaran berdiferensiasi, karakteristik AI yang relevan, bentuk pemanfaatan AI, peluang, keterbatasan, dan implikasi pedagogis.

E

Penyusunan Outline

Outline atau kerangka makalah merupakan rancangan struktur tulisan sebelum penulis mengembangkan paragraf secara lengkap. Outline membantu mahasiswa memastikan bahwa pembahasan tidak keluar dari rumusan masalah dan setiap bagian memiliki fungsi yang jelas.

Contoh Struktur Outline

Bagian Isi Pokok Fungsi
I. Pendahuluan Latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan. Menjelaskan konteks dan arah tulisan.
II. Landasan Konseptual Konsep, teori, dan hasil penelitian yang relevan. Menjadi dasar argumentasi.
III. Pembahasan Analisis masalah berdasarkan teori dan bukti. Menjawab rumusan masalah.
IV. Penutup Kesimpulan dan rekomendasi. Merangkum hasil pembahasan.
Daftar Pustaka Seluruh sumber yang dikutip dalam tulisan. Menunjukkan sumber akademik yang digunakan.
Prinsip outline:

Setiap subbab pembahasan sebaiknya dapat ditelusuri kembali keterkaitannya dengan salah satu rumusan masalah. Dengan cara ini, outline berfungsi sebagai peta argumentasi, bukan sekadar daftar judul bab.

Perencanaan struktur sejak awal juga dapat membantu mahasiswa mengurangi kesulitan dalam mengembangkan tulisan, khususnya ketika harus mengintegrasikan sumber, argumentasi, dan analisis (Lin & Morrison, 2021; Ooi et al., 2022).

VIDEO PEMBELAJARAN

Memahami Struktur Penulisan Akademik

Gunakan video berikut sebagai penguatan mengenai struktur dan kaidah penulisan akademik. Setelah menonton, mahasiswa diminta mencatat prinsip yang dapat diterapkan ketika menentukan fokus dan menyusun kerangka makalah.

Sumber: DAKOTA ILMU (2026), YouTube.

1

Aktivitas Mahasiswa – Workshop

Dari Tema → Fokus → Judul → Rumusan Masalah → Outline

Kartu Identitas Mahasiswa
Petunjuk Workshop
  1. Tentukan satu tema yang berkaitan dengan Teknologi Pendidikan.
  2. Persempit tema menjadi fokus kajian yang spesifik.
  3. Rumuskan judul makalah berdasarkan fokus tersebut.
  4. Susun minimal dua rumusan masalah yang relevan dengan judul.
  5. Tuliskan tujuan penulisan yang sesuai dengan rumusan masalah.
  6. Susun outline yang menunjukkan urutan pembahasan.
  7. Setiap jawaban ditulis langsung pada Kartu Jawaban.

Tahap 1 – Menentukan Tema

Pilih satu tema besar dalam Teknologi Pendidikan yang menurut Anda relevan untuk dikaji pada konteks pendidikan saat ini.

Kartu Jawaban – Tema

Tahap 2 – Mempersempit Menjadi Fokus

Dari tema yang telah dipilih, tentukan fokus kajian. Jelaskan batasan kajian agar topik tidak terlalu luas.

Kartu Jawaban – Fokus Kajian

Tahap 3 – Merumuskan Judul

Berdasarkan tema dan fokus yang telah ditentukan, buatlah satu judul makalah yang spesifik, informatif, dan menunjukkan batas kajian.

Kartu Jawaban – Judul

Tahap 4 – Rumusan Masalah

Susun minimal dua rumusan masalah yang benar-benar dapat dijawab melalui pembahasan. Hindari pertanyaan yang terlalu umum.

Kartu Jawaban – Rumusan Masalah

Tahap 5 – Tujuan Penulisan

Turunkan tujuan penulisan dari setiap rumusan masalah yang telah Anda susun.

Kartu Jawaban – Tujuan Penulisan

Tahap 6 – Menyusun Outline

Susun outline makalah minimal terdiri atas pendahuluan, landasan konseptual, pembahasan, dan penutup. Setiap subbagian harus memiliki hubungan dengan rumusan masalah.

Kartu Jawaban – Outline

Refleksi Keterkaitan

Jelaskan secara singkat bagaimana tema, fokus, judul, rumusan masalah, tujuan, dan outline yang Anda buat saling berkaitan.

Kartu Jawaban – Refleksi
2

HOTS – Produk Akademik

Judul, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Outline

Petunjuk:

Soal berikut bukan pilihan ganda. Jawablah secara deskriptif, analitis, dan argumentatif. Gunakan konsep yang telah dipelajari. Jika menggunakan sumber, tuliskan sitasi dengan gaya APA 7.

HOTS 1 – Evaluasi Judul

Seorang mahasiswa membuat judul: “Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah” . Analisis kelemahan judul tersebut dari aspek keluasan topik, fokus kajian, konteks, dan kemungkinan pengembangan masalah. Kemudian buat satu judul alternatif yang lebih spesifik dan jelaskan alasan perubahan tersebut.

Kartu Jawaban HOTS 1

HOTS 2 – Analisis Rumusan Masalah

Sebuah makalah memiliki judul: “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Menengah” . Buat minimal tiga rumusan masalah yang sesuai dengan judul tersebut. Jelaskan alasan setiap rumusan masalah dapat dianggap relevan.

Kartu Jawaban HOTS 2

HOTS 3 – Hubungan Masalah dan Tujuan

Rumusan masalah sebuah makalah adalah: “Bagaimana guru dapat menggunakan AI secara bertanggung jawab dalam pembelajaran?” . Buat tujuan penulisan yang sesuai. Kemudian jelaskan mengapa tujuan tersebut harus menggunakan kata kerja yang menunjukkan aktivitas intelektual.

Kartu Jawaban HOTS 3

HOTS 4 – Menilai Ketidaksesuaian

Perhatikan pasangan berikut:

Judul: Pemanfaatan LMS untuk Pembelajaran Aktif
Rumusan masalah: Apa pengertian teknologi pendidikan?
Tujuan: Menjelaskan sejarah teknologi pendidikan.

Analisis ketidaksesuaian antara ketiga unsur tersebut dan berikan perbaikannya.

Kartu Jawaban HOTS 4

HOTS 5 – Menyusun Outline Berdasarkan Masalah

Anda memiliki dua rumusan masalah mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Susun outline bagian pembahasan yang mampu menjawab kedua rumusan masalah tersebut. Jelaskan hubungan setiap subbagian dengan rumusan masalah.

Kartu Jawaban HOTS 5

HOTS 6 – Mengoreksi Outline

Sebuah outline makalah terdiri atas:

I. Pengertian AI
II. Sejarah internet
III. Jenis-jenis komputer
IV. Penggunaan AI dalam pembelajaran

Jika judul makalah adalah “Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran Berdiferensiasi” , analisis kelemahan outline tersebut dan susun outline yang lebih logis.

Kartu Jawaban HOTS 6

HOTS 7 – Mengembangkan Tema Menjadi Judul

Tema yang tersedia adalah “Teknologi Pendidikan dalam Pendidikan Inklusif”. Kembangkan tema tersebut menjadi satu fokus kajian dan judul makalah. Jelaskan proses penyempitan tema yang Anda lakukan.

Kartu Jawaban HOTS 7

HOTS 8 – Menilai Kelayakan Topik

Anda menemukan topik yang sangat menarik tetapi hanya memiliki sedikit sumber ilmiah yang relevan. Di sisi lain, terdapat topik lain yang memiliki banyak sumber tetapi menurut Anda kurang menarik. Tentukan keputusan akademik yang paling tepat dan jelaskan pertimbangannya.

Kartu Jawaban HOTS 8

HOTS 9 – Mendeteksi Topik yang Terlalu Luas

Seorang mahasiswa ingin menulis makalah dengan topik “Artificial Intelligence dalam Pendidikan”. Buat sedikitnya dua alternatif fokus yang lebih sempit dan tentukan satu fokus terbaik untuk dikembangkan menjadi makalah. Jelaskan alasan pilihan Anda.

Kartu Jawaban HOTS 9

HOTS 10 – Sintesis Produk Akademik

Buat satu rancangan mini-makalah secara utuh berdasarkan tema Teknologi Pendidikan. Rancangan harus memuat: tema, fokus, judul, minimal tiga rumusan masalah, tujuan penulisan, dan outline pembahasan. Jelaskan bagaimana seluruh unsur tersebut membentuk satu kesatuan yang logis.

Kartu Jawaban HOTS 10
Hasil Asesmen
Workshop — / 40
HOTS — / 60
Nilai Akhir — / 100
Status —
—
Belum dihitung
85–100

Sangat Baik – Tuntas

75–84

Baik – Tuntas

65–74

Cukup – Perlu Penguatan

<65

Perlu Bimbingan – Remedial

Catatan penilaian:

Skor workshop merupakan penilaian awal berbasis kelengkapan, relevansi, keterkaitan antarunsur, dan kualitas respons. Jawaban uraian tetap dapat diverifikasi secara substantif oleh dosen. Penilaian HOTS menggunakan kualitas kelengkapan dan kedalaman jawaban deskriptif.

REFERENSI

Daftar Pustaka

Seluruh referensi berikut disusun mengikuti prinsip APA 7th Edition dan digunakan sebagai penguatan materi penulisan akademik.

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.) . American Psychological Association.
    https://doi.org/10.1037/0000165-000
  2. APA Style Videos by Sam. (2020, January 20). APA Style 7th edition: Student paper formatting [Video]. YouTube.
    https://www.youtube.com/watch?v=a9hXY1xiZjo
  3. Gaber, S. A., & Ali, S. I. (2022). Effectiveness of a training program in improving scientific writing skills based on APA 7 style among postgraduate students. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 21 (11), 282–299.
    https://doi.org/10.26803/ijlter.21.11.16
  4. Hendriwanto, H., Hartini, N., Nurkamto, J., & Sharda, R. (2020). An analysis of university students’ argumentative writing: Functional perspective. Academic Journal Perspective: Education, Language, and Literature, 8 (2), 147–155.
    https://doi.org/10.33603/perspective.v8i2.4373
  5. Lee, J. (2020). Analysis of EFL learners’ argumentative writing using the adapted Toulmin model. English Language & Literature Teaching, 26 (3), 63–77.
    https://doi.org/10.35828/etak.2020.26.3.63
  6. Lin, H. F., & Morrison, B. J. (2021). Challenges in academic writing: Perspectives of Engineering faculty and L2 postgraduate research students. English for Specific Purposes, 63 , 59–70.
    https://doi.org/10.1016/j.esp.2021.03.004
  7. Ooi, H. X., Hamzah, A., & Thien, L. M. (2022). Postgraduate students academic writing skills: The needs for supervision and self-esteem. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 11 (4), 744–756.
    https://doi.org/10.6007/IJARPED/v11-i4/15168
  8. Purdue OWL. (2020, November 11). APA 7th Edition: In-text citations [Video]. YouTube.
    https://www.youtube.com/watch?v=-yi6GXPhybs
  9. Rey-Castillo, M., & Gómez-Zermeño, M. G. (2021). Academic writing difficulties of master’s students. Revista Electrónica Educare, 25 (2), 1–19.
    https://doi.org/10.15359/ree.25-2.4