Logo Universitas Lambung Mangkurat

PROGRAM PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Menulis Pembahasan yang Analitis dan Argumentatif

Mengembangkan pembahasan ilmiah melalui klaim, bukti, analisis, sintesis literatur, dan posisi penulis.

Progres Materi
0%
MATERI 4

Menulis Pembahasan yang Analitis dan Argumentatif

Bagian pembahasan merupakan ruang akademik tempat penulis menjelaskan makna temuan, menghubungkan temuan dengan teori dan penelitian terdahulu, membandingkan hasil penelitian, serta menunjukkan posisi argumentatif penulis. Pembahasan yang baik tidak sekadar mengulang hasil penelitian, tetapi menjawab pertanyaan mengapa suatu temuan muncul, bagaimana temuan tersebut berhubungan dengan pengetahuan sebelumnya, dan apa implikasinya bagi bidang yang dikaji.

Dalam penulisan ilmiah tingkat pascasarjana, mahasiswa perlu bergerak dari pola deskriptif menuju pola analitis. Artinya, sumber tidak hanya disebutkan satu per satu, tetapi digunakan sebagai bukti untuk membangun argumentasi yang koheren dan menunjukkan kontribusi pemikiran penulis.

Capaian Pembelajaran Materi:
  • Mahasiswa mampu membedakan paragraf deskriptif dan paragraf analitis.
  • Mahasiswa mampu membangun hubungan klaim–bukti–analisis.
  • Mahasiswa mampu membandingkan dan menyintesis beberapa literatur.
  • Mahasiswa mampu menunjukkan posisi penulis secara akademik.
  • Mahasiswa mampu menyusun draft pembahasan yang koheren dan argumentatif.

Peta Kemampuan

1

Mengidentifikasi klaim utama yang hendak dipertahankan dalam pembahasan.

2

Memilih bukti dari hasil penelitian dan literatur yang relevan.

3

Menganalisis hubungan antara temuan, teori, dan penelitian terdahulu.

4

Menyintesis berbagai perspektif literatur dalam satu argumentasi.

5

Menunjukkan posisi dan interpretasi penulis secara akademik.

6

Menyusun pembahasan dengan koherensi antarkalimat dan antarparagraf.

1. Klaim – Bukti – Analisis

Paragraf analitis dapat dibangun melalui hubungan klaim–bukti–analisis. Klaim merupakan pernyataan atau interpretasi utama yang ingin ditegaskan penulis. Bukti berfungsi mendukung klaim tersebut, sedangkan analisis menjelaskan mengapa bukti tersebut mendukung klaim dan apa makna akademiknya.

Komponen Fungsi Pertanyaan Penuntun
Klaim Pernyataan utama atau interpretasi yang dikemukakan penulis. Apa yang ingin saya tegaskan?
Bukti Data, hasil penelitian, teori, atau temuan literatur yang relevan. Bukti apa yang mendukung klaim saya?
Analisis Penjelasan mengenai makna, hubungan, perbandingan, atau implikasi bukti. Mengapa bukti tersebut penting? Apa maknanya?

Penulisan argumentatif membutuhkan hubungan yang jelas antara pernyataan penulis dan bukti yang digunakan sehingga pembaca dapat mengikuti alasan yang mendasari suatu kesimpulan.

Prinsip penalaran dan penyajian argumentasi akademik perlu diterapkan secara konsisten dalam penulisan ilmiah (American Psychological Association, 2020).

2. Membandingkan Literatur

Membandingkan literatur berarti menempatkan dua atau lebih sumber dalam satu hubungan analitis. Perbandingan tidak berhenti pada pernyataan bahwa penelitian A membahas sesuatu dan penelitian B membahas sesuatu yang lain. Penulis perlu menjelaskan persamaan, perbedaan, kemungkinan penyebab perbedaan, kekuatan bukti, serta implikasinya terhadap argumentasi penelitian.

Pertanyaan Analitis

Contoh Pola Perbandingan

Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pembelajaran yang adaptif dapat membantu meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa personalisasi pembelajaran dapat meningkatkan respons mahasiswa terhadap aktivitas pembelajaran. Namun, tingkat peningkatan keterlibatan dalam penelitian ini tampak berbeda ketika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan karakteristik peserta, durasi intervensi, dan bentuk dukungan dosen yang diberikan selama proses pembelajaran. Dengan demikian, efektivitas teknologi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan teknologi, tetapi juga oleh desain pembelajaran yang mengiringinya.

3. Sintesis Literatur

Sintesis merupakan proses menggabungkan berbagai sumber untuk membangun pemahaman atau argumentasi baru yang lebih terintegrasi. Sintesis berbeda dari rangkuman. Rangkuman menjelaskan isi sumber, sedangkan sintesis menunjukkan hubungan antara berbagai sumber dan bagaimana hubungan tersebut membantu menjelaskan masalah penelitian.

Ingat:

Sintesis menjawab pertanyaan: “Apa yang dapat dipahami setelah beberapa sumber tersebut ditempatkan dalam satu argumentasi?”

Pola Sintesis

4. Menunjukkan Posisi Penulis

Salah satu karakteristik penting tulisan akademik pascasarjana adalah adanya posisi penulis. Posisi penulis bukan berarti memasukkan opini pribadi tanpa dasar, melainkan menunjukkan interpretasi yang dibangun berdasarkan bukti, teori, dan hasil penelitian terdahulu.

Posisi tersebut dapat ditunjukkan melalui ungkapan seperti temuan ini mengindikasikan, hasil tersebut dapat dijelaskan melalui, berdasarkan perbandingan tersebut, atau temuan ini memperkuat sekaligus memperluas.

Prinsip penting:

Sumber memberikan bukti, sedangkan penulis memberikan interpretasi terhadap bukti tersebut.

5. Koherensi Paragraf

Koherensi menunjukkan keterhubungan logis antara gagasan-gagasan dalam tulisan. Sebuah paragraf yang koheren memiliki satu fokus utama dan setiap kalimat berkontribusi terhadap pengembangan fokus tersebut.

Pola Pengembangan Paragraf Analitis

  1. Kalimat utama menyampaikan klaim.
  2. Kalimat berikutnya menghadirkan bukti.
  3. Bukti dibandingkan atau dihubungkan dengan literatur.
  4. Penulis memberikan analisis terhadap hubungan tersebut.
  5. Kalimat penutup menguatkan interpretasi atau menghubungkannya dengan paragraf berikutnya.
Waspadai paragraf yang terfragmentasi.

Paragraf dapat menjadi lemah apabila setiap kalimat hanya menyebutkan fakta atau sumber tanpa menjelaskan hubungan antara fakta tersebut dengan argumentasi penelitian.

6. Menghindari Pola “Menurut A, B, C”

Salah satu kelemahan umum dalam pembahasan akademik adalah penggunaan pola yang hanya menyebutkan pendapat beberapa penulis secara berurutan. Misalnya, “Menurut A... Menurut B... Menurut C...”. Pola tersebut cenderung menghasilkan tulisan deskriptif karena posisi penulis belum terlihat.

Pola Deskriptif — Hindari

Menurut A (2022), teknologi pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa. Menurut B (2023), penggunaan media digital dapat membantu proses belajar. Menurut C (2024), pembelajaran berbasis teknologi memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa.

Pola Analitis — Gunakan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran berpotensi meningkatkan keterlibatan dan fleksibilitas belajar mahasiswa (A, 2022; B, 2023; C, 2024). Meskipun demikian, ketiga penelitian tersebut menempatkan teknologi terutama sebagai sarana pendukung pembelajaran. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa keberadaan teknologi belum secara otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif. Efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana teknologi diintegrasikan dengan tujuan, aktivitas, dan strategi pembelajaran.

Rumus sederhana:

Jangan hanya: Sumber → Sumber → Sumber.

Gunakan: Klaim → Bukti → Perbandingan → Analisis → Posisi Penulis.

Video Penguatan

Video berikut dapat digunakan sebagai pengayaan untuk memahami cara mengembangkan tulisan akademik, argumentasi, dan pembahasan berbasis bukti.

Sumber: Pak Bagas di Hukum (2020), YouTube.

HOTS

Aktivitas Mahasiswa

Mengubah paragraf deskriptif menjadi analitis

Kartu Identitas Mahasiswa
Petunjuk Aktivitas
  1. Baca paragraf deskriptif yang disediakan.
  2. Identifikasi kelemahan argumentatif pada paragraf.
  3. Tentukan klaim utama yang seharusnya dikembangkan.
  4. Tambahkan bukti atau literatur yang relevan.
  5. Jelaskan hubungan antara bukti dengan klaim.
  6. Tunjukkan posisi atau interpretasi penulis.
  7. Ubah paragraf tersebut menjadi paragraf analitis dengan menggunakan sitasi APA 7.
1 Analisis paragraf berikut.
Paragraf Deskriptif

Menurut penelitian A (2021), penggunaan teknologi digital dapat membantu mahasiswa dalam belajar. Penelitian B (2022) menyatakan bahwa teknologi pembelajaran memberikan akses terhadap berbagai sumber belajar. Penelitian C (2023) menjelaskan bahwa penggunaan platform digital dapat meningkatkan interaksi mahasiswa. Penelitian D (2024) juga menunjukkan bahwa pembelajaran digital memberikan fleksibilitas waktu dan tempat.

Jelaskan mengapa paragraf tersebut masih bersifat deskriptif dan belum menunjukkan argumentasi penulis.

Kartu Isian Jawaban 1 — Analisis Paragraf
0 kata
2 Identifikasi struktur argumentasinya.

Sebelum menulis ulang paragraf, tentukan klaim, bukti, dan analisis yang akan digunakan.

Kartu Isian Jawaban 2 — Klaim, Bukti, dan Analisis
3 Ubah paragraf deskriptif menjadi analitis.

Susun ulang paragraf dengan pola: klaim → bukti → perbandingan/sintesis → analisis → posisi penulis.

Kartu Isian Jawaban 3 — Paragraf Analitis
0 kata
2

HOTS Berdasarkan Luaran

Draft Bagian Pembahasan

Luaran yang harus dihasilkan:

Satu draft bagian pembahasan yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan temuan, bukti, literatur, analisis, sintesis, dan posisi penulis.

Pola Pengembangan Draft

1. Klaim Apa temuan utama?
2. Bukti Apa yang mendukung?
3. Literatur Bagaimana dengan penelitian lain?
4. Analisis Apa maknanya?
5. Posisi Apa posisi penulis?
Kartu Isian Jawaban — Draft Bagian Pembahasan

Tuliskan draft pembahasan berdasarkan hasil atau topik penelitian Anda. Draft harus menunjukkan argumentasi, bukan sekadar rangkaian pendapat para ahli.

0 kata
Kartu Refleksi Akademik

Rubrik Penilaian Awal

1. Analisis Paragraf — 20%

Ketepatan mengidentifikasi karakteristik deskriptif dan kelemahan argumentatif.

2. Klaim–Bukti–Analisis — 20%

Kejelasan klaim, relevansi bukti, dan kedalaman analisis.

3. Transformasi Paragraf — 20%

Kemampuan mengubah pola deskriptif menjadi argumentasi analitis.

4. Draft Pembahasan — 40%

Kualitas sintesis, koherensi, penggunaan literatur, dan posisi penulis.

Hasil Penilaian HOTS
Analisis Paragraf —
Klaim–Bukti–Analisis —
Transformasi —
Draft Pembahasan —
Nilai HOTS Sementara
—
Belum dihitung
Catatan penilaian:

Nilai yang ditampilkan merupakan penilaian awal berbasis kelengkapan dan indikator jawaban. Penilaian akademik akhir tetap memerlukan verifikasi dosen terhadap kualitas argumentasi, ketepatan sumber, dan substansi pembahasan.

Referensi

  1. American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.
    https://doi.org/10.1037/0000165-000
  2. Gaber, S. A., & Ali, S. I. (2022). Effectiveness of a training program in improving scientific writing skills based on APA 7 style among postgraduate students. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 21 (11), 282–299.
    https://doi.org/10.26803/ijlter.21.11.16
  3. Hendriwanto, H., Hartini, N., Nurkamto, J., & Sharda, R. (2020). An analysis of university students’ argumentative writing: Functional perspective. Academic Journal Perspective: Education, Language, and Literature, 8 (2), 147–155.
    https://doi.org/10.33603/perspective.v8i2.4373
  4. Lee, J. (2020). Analysis of EFL learners’ argumentative writing using the adapted Toulmin model. English Language & Literature Teaching, 26 (3), 63–77.
    https://doi.org/10.35828/etak.2020.26.3.63
  5. Lin, H. F., & Morrison, B. J. (2021). Challenges in academic writing: Perspectives of Engineering faculty and L2 postgraduate research students. English for Specific Purposes, 63 , 59–70.
    https://doi.org/10.1016/j.esp.2021.03.004
  6. Ooi, H. X., Hamzah, A., & Thien, L. M. (2022). Postgraduate students academic writing skills: The needs for supervision and self-esteem. International Journal of Academic Research in Progressive Education and Development, 11 (4), 744–756.
    https://doi.org/10.6007/IJARPED/v11-i4/15168
  7. Rey-Castillo, M., & Gómez-Zermeño, M. G. (2021). Academic writing difficulties of master’s students. Revista Electrónica Educare, 25 (2), 1–19.
    https://doi.org/10.15359/ree.25-2.4